Rabu, 28 April 2010

BlackBerry Bold Rp 4 Juta

BlackBerry Bold 9650


Hadir di Level Rp 4 Juta

» BlackBerry Bold 9650

Meskipun bisa beroperasi di dua teknologi komunikasi radio, yakni GSM dan CDMA, perangkat terbaru BlackBerry ini tidak hadir dengan codename BlackBerry Tour, melainkan BlackBerry Bold. Lebih tepatnya, BlackBerry Bold 9650. Sepintas varian baru besutan Research In Motion (RIM) ini menyerupai BlackBerry Bold 9700 alias Onyx. Namun, perbedaannya terletak pada teknologi komunikasi yang didukungnya. Jika Onyx hanya bisa beroperasi di jaringan GSM, Bold 9650 justru bisa beroperasi di

quad-band GSM/
GPRS/EDGE/UMTS dan dual band
CDMA/EV-DO (Rev A).
Sebagai suksesor BlackBerry Tour
9630, perangkat dengan layar
sebesar 2,44 inci ini muncul dengan
dimensi lebih tipis tapi sedikit lebih
berat dari BlackBerry Tour 9630,
yakni 136 gram. Keduanya sama-
sama disajikan pada layar TFT 65K
warna dengan resolusi 480x360
piksel.
Salah satu perbedaan yang paling
signifikan terletak pada kapasitas
memori internal, yang mana Bold
9650 memiliki kapasitas memori
dua kali lebih besar, yakni 512 MB.
Sedangkan slot kartu microSD
untuk memori tambahannya bisa
diperbesar hingga 32GB, sementara
Tour 9630 hanya sampai 8GB.
Perbedaan lainnya terletak pada
navigasi optical trackpad dan
konektivitas Wi-fi. Bold 9650 telah
didukung konektivitas Wi-fi 802.11
b/g, akses 3G HSDPA 3,6 Mbps,
GPRS dan EDGE masing-masing
class 10. Ya, sama persis dengan
BlackBerry Tour 9630, hanya saja
ditambah teknologi Wi-fi.
Fitur lainnya, perangkat dengan
prosesor berkekuatan 625 Mhz juga
dilengkapi dengan kamera
berkemampuan 3,15 megapiksel
(2048 x 1536 piksel) lengkap dengan
fungsi autofocus dan flash LED.
Menurut kabar resmi dari RIM, yang
dikutip Apsoon dari Computer
World, 27 April 2010, Sprint Nextel
akan memasarkan Bold versi baru
ini mulai 23 Mei mendatang dengan
harga US$ 200 plus kontrak
berlangganan selama dua tahun.
Tanpa kontrak, Sprint
menawarkannya dengan harga US
$ 449,9, atau setara Rp 4 juta per
unitnya.
Sementara Verizon Wireless
memasoknya ke pasar dengan
harga sekitar US$ 200 plus kontrak
langganan selama dua tahun pula.
Tak ada keterangan resmi dari
produsen BlackBerry asal Kanada
itu lebih lanjut terkait peluncurannya
di Indonesia.

0 komentar: